Obat HIV 2018
  • images
  • September 13, 2018

Obat HIV 2018, HIV AIDS memang membutuhkan waktu sebelum benar-benar virus memang menginfeksi ke dalam tubuh. Gejala awal infeksi HIV bisa menyebabkan gangguan kesehatan biasa seperti flu, batuk, demam dan sakit kepala. Tapi setelah dua minggu lebih dan tubuh memberikan reaksi yang besar terhadap infeksi virus HIV jika tidak diberi obat hiv maka gejala lain sering muncul. Berikut ini adalah berbagai gejala yang muncul sesuai dengan tahapan infeksi virus HIV hingga menjadi AIDS.

Gejala Awal Infeksi HIV

Setelah sistem kekebalan tubuh melemah, seseorang yang terinfeksi HIV dapat mengembangkan gejala berikut:

– Lemah

– Infeksi jamur persisten atau sering terjadi

– Ruam kulit persisten atau kulit terkelupas

– Berat badan turun

– Kehilangan memori jangka pendek

– Demam dan sering berkeringat

– Infeksi herpes pada mulut, genital, atau anus.

– Berkembang menjadi AIDS

Jika tidak menerima pengobatan, HIV ini biasanya berkembang menjadi AIDS dalam waktu sekitar 10 tahun. Pada saat AIDS berkembang, sistem kekebalan tubuh telah rusak parah, membuat seseorang rentan terhadap infeksi.

Obat HIV

  1. Tanaman Sambiloto

Sambiloto adalah jenis tanaman liar yang mempunyai khasiat yang besar dalam mengobati berbagai macam penyakit salah satunya sebagai obat hiv herbal. Jenis tanaman ini dapat pula ditemukan di area seperti pinggiran sungai, tanah kosong yang lembab atau dipekarangan rumah dan juga kebun.

Didalam tanaman sambiloto ini terkandung panicolin dan andrographolice yang berguna untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh. Selain itu, sambiloto juga diyakini mampu menangkal virus HIV-AIDS. Itulah sebabnya di negara Amerika Serikat, tanaman sambiloto ini dijadikan sebagai obat penyakit AIDS.

  1. Tanaman Geranium

Geranium itu adalah jenis tanaman yang memiliki kembang yang ukurannya kecil dan biasanya tumbuh secara rombongan. Kembang ini mempunyai warna yang beragam seperti pink, ungu, biru atau putih. Dari kebanyakan orang yang tahu kalau kembang ini hanya bisa melindungi tubuh dari terkena gigitan nyamuk.

  • images
  • September 12, 2018

Obat Kanker Payudara 2018 Terbaru, Kanker payudara stadium 4 merupakan fase dimana sel kanker sudah sangat parah dan sangat ganas. Kemungkinan untuk penyembuhan secara total bagi pasien pun sangat kecil. Tetapi, tentu saja pasien harus tetap berusaha dan optimis untuk menyembuhkan kanker payudara tersebut. Sel kanker yang telah menyebar ke tubuh bagian lain, terutama ke paru-paru, tulang, hati, atau otak. Kanker payudara stadium 4 biasa disebut sebagai kanker payudara dengan metastasis ataupun kanker payudara stadium lanjut.

Persebaran atau metastasis yang terjadi pada kanker payudara stadium 4 menyebabkan penanganan lokal dalam bentuk radiasi ataupun operasi mungkin tidak akan efektif untuk menyembuhkannya. Hingga saat ini kanker payudara stadium 4 dianggap tidak dapat disembuhkan. Walaupun begitu, dengan tersedianya banyak cara pemberian obat kanker diharapkan pasien dapat hidup lebih lama dengan kualitas hidup yang baik.

Misalnya dengan memperkecil ukuran kanker maka terkadang dapat memperlambat perkembangan sel kanker. Sehingga dengan begitu dapat memperpanjang usia harapan hidup dan meringankan sakit atau ketidaknyamanan pengidap.

Berikut jenis-jenis penanganan yang dapat diberikan pada pasien kanker payudara stadium 4.

  1. Manajemen nyeri. Pemilihan metode manajemen nyeri akan bergantung kepada sumber dan jenis rasa sakit yang diderita. Dengan meredakan rasa sakit, kualitas hidup pasien dapat menjadi lebih baik.
  2. Terapi target. Sekitar 20 persen wanita pengidap kanker payudara, memiliki sel-sel kanker yang berkembang cepat karena terlalu banyak kandungan protein yang disebut HER2. Obat bernama trastuzumab dapat diberikan untuk mencegah pertumbuhan sel kanker, sekaligus membantu menambah kekebalan tubuh.
  3. Terapi radiasi. Langkah ini digunakan untuk menghancurkan atau menghambat pertumbuhan sel-sel kanker melalui pemberian radiasi X-ray. Terapi jenis ini tepat digunakan jika persebaran sel kanker telah diketahui secara pasti. Selain dapat disinari pada area kanker berkembang, radiasi juga bisa dimasukkan melalui jarum atau selang ke dekat lokasi tumor.
  4. Operasi. Penerapan operasi bergantung kepada bentuk dan pada bagian mana kanker telah menyebar. Misalnya, kelenjar getah bening yang telah terkena persebaran kanker ataupun metastasis pada paru-paru yang bentuknya masih dapat dioperasi.

Selain itu, pada kasus-kasus tertentu operasi mungkin diperlukan untuk mengangkat ovarium untuk mengurangi kadar hormon estrogen.

  1. Kemoterapi. Pada stadium ini, kemoterapi menjadi metode penanganan utama. Kemoterapi dapat diberikan dalam bentuk cairan, pil, ataupun dalam bentuk infus. Obat yang diberikan tidak hanya menyasar pada kanker di lokasi awal kanker, tapi juga kepada sel-sel kanker yang sudah menyebar ke bagian tubuh lain.

Sayangnya, obat kemoterapi ini selain menyasar sel kanker, juga dapat berdampak pada tubuh. Pada stadium lanjut, kemoterapi mungkin diberikan berbarengan dengan terapi hormon.

  1. Terapi hormon dapat diterapkan pada wanita yang perkembangan kankernya membutuhkan hormon. Dengan kata lain, terapi hormon dapat diberikan pada wanita dengan kanker dengan reseptor hormon yang positif.

Obat-obatan yang termasuk dalam terapi hormon antara lain tamoxifen, anastrozole, exemestane, dan letrozol. Obat tamoxifen biasanya dapat diberikan kepada semua wanita dengan kanker payudara stadium 4.

Selain obat-obatan, dokter dapat menawarkan opsi pengangkatan rahim pada wanita yang belum memasuki masa menopause. Pengangkatan rahim berperan untuk mengurangi kadar estrogen sehingga mengurangi percepatan penyebaran sel kanker yang berkembang karena hormon.

Obat Penyebab Lupus

Mengenal gejala lupus dan penyebab penyakit lupus. Apa itu lupus? Penyakit lupus adalah peradangan kronis yang terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang organ dan jaringan tubuh. Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat berefek pada berbagai sistem di dalam tubuh, antara lain sendi, kulit, ginjal, sel darah, jantung dan paru-paru. Lupus lebih sering terjadi pada wanita, meskipun tidak jelas alasannya. Ada empat jenis lupus -systemic lupus erythematosus, discoid lupus erythematosus, drug-induced lupus erythematosus dan neonatal lupus. Diantaranya, systemic lupus erythematosus adalah yang paling umum dan paling serius.

Diagnosis dan obat lupus terhadap penderita dapat memberikan perbaikan. Bagi banyak dari mereka dengan lupus, perawatan membantu mereka dapat hidup lebih aktif.

Ciri dan Gejala Penyakit Lupus

Dua kasus lupus tidak sepenuhnya serupa. Tanda dan gejela yang terjadi dapat datang dengan tiba-tiba atau berkembang secara perlahan, dapat ringan atau parah, dan dapat bersifat sementara atau permanen. Banyak dari mereka dengan lupus memiliki karakteristik episodik dengan tanda dan gejala yang memburuk untuk sementara waktu kemudian membaik atau bahkan hilang untuk satu waktu.

Tanda dan gejala lupus yang anda alami didasarkan pada sistem tubuh bagian mana yang terkena efek penyakit ini. Tapi secara umum, tanda dan gejala lupus antara lain:

  • Lelah
  • Demam
  • Hilang berat badan atau berat badan meningkat
  • Ruam yang berbentuk seperti kupu-kupu pada wajah yang menutupi pipi dan hidung
  • Luka pada kulit yang timbul atau parah ketika terkena sinar matahari
  • Radang pada mulut
  • Rambut rontok
  • Jari dan kuku yang memutih atau membiru ketika terkena dingin atau saat stress (Raynaud’s phenomenon)
  • Napas pendek
  • Nyeri pada dada
  • Mata kering
  • Mudah memar
  • Gelisah
  • Depresi
  • Hilang ingatan

Penyebab Penyakit Lupus

Lupus adalah penyakit autoimun yang muncul ketika tubuh terkena zat asing tertentu, seperti bakteri dan virus, kemudian sistem imun tersebut juga menyerang jaringan tubuh yang sehat. Hal ini menyebabkan peradangan dan kerusakan berbagai bagian tubuh, antara lain sendi, kulit, ginjal, jantung, paru-paru, pembuluh darah dan otak.

Dokter tidak mengetahui apa yang menyebabkan penyakit ini. Lupus seperti merupakan kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Banyak dari mereka dengan kecenderungan turunan mengalami lupus hanyak ketika mereka terkena sesuatu di dalam lingkungan yang dapat memicu lupus, seperti obat atau virus.

Obat Yang Dapat Menyebabkan Lupus

Penyakit lupus adalah penyakit peradangan kronis yang terjadi kaerna sistem kekebalan tubuh yang seharusnya menjaga dan melindungi kita dari penyakit malah menyerang jaringan dan organ tubuh penderita, hal ini lah mengapa penyakit obat lupus juga dikatakan sebagai penyakit autoimun kronis. Kronis sendiri artinya gejala / tanda-tanda penyakit ini bisa terjadi lebih dari 6 bulan bahkan bertahun-tahun.

Penyakit lupus adalah penyakit yang cukup sulit dikenali karena sifatnya yang kadang mirip dengan gejala penyakit lain, hal ini karena peradangan lupus bisa terjadi pada sistem tubuh yang berbeda-beda satu sama lain, diantaranya pada bagian kulit, sendi, ginjal, otak, paru-paru dan jantung.

Hal yang terjadi pada sebagian besar penderita penyakit lupus adalah adanya bercak merah yang bentuknya menyerupai sayap kupu-kupu diwajah, namun aja juga penderita yang tidak memiliki tanda-tanda penyakit lupus ini. Mengenai penularan, lupus tidak bisa ditularkan bahkan dengan hubungan badan / kontak langsung namun ada kemungkinan faktor genetika bisa mengakibatkan lupus.

Penyebab Penyakit Lupus

  1. Konsumsi Obat-obatan

Lupus juga bisa terjadi karena penggunaan obat-obat antibiotik, anti kejang dan obat tekanan darah. Jika gejala lupus terjadi karena mengkonsumsi obat-obatan jenis ini lebih baik dihentikan terlebiih dahulu karena lupus yang diakibatkan oleh obat-obatan bisa hilang ketika penderita menghentikan penggunaan obat-obatan semacam itu.

  1. Sinar Matahari

Sinar matahari dapat menjadi salah satu faktor terjadinya lupus. Paparan sinar matahari dapat membawa pada lesi kulit lupus atau memicu respons internal pada orang yang rentan.

  1. Faktor Genetika

Adanya kecenderungan beberapa orang ditakdirkan mengalami lupus dan mengembangkan lupus dalam dirinya. Seperti yang telah saya sampaikan, penyebab penyakit lupus belum diketahui secara pasti, namun sebagian orang mengalaminya karena ada faktor genetika.

Gejala Lupus

Meskipun gejala penyakit lupus berbeda antara satu orang dengan orang lain dan sulit dikenali, namun berikut ini beberapa tanda-tanda penyakit lupus yang secara umum :

Obat Yang Menyebabkan Lupus

Lupus adalah penyakit inflamasi kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru sehingga mulai menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Inflamasi akibat obat lupus dapat menyerang berbagai bagian tubuh, misalnya:

  • Kulit
  • Sendi
  • Sel darah
  • Paru-paru
  • Jantung

Jenis-Jenis Penyakit Lupus

  1. Penyakit lupus yang menyerang kulit atau disebut sebagai Cutaneous lupus, jenis penyakit lupus ini bersifat discoid. Jenis penyakit ini akan menimbulkan gejala pada kulit menjadi kemerahan hingga terlihat ruam yang biasa terjadi pada kulit wajah dan kulit kepala. Penyakit tersebut juga bisa berkembang pada kulit tubuh di bagian apapun dan juga bisa berlangsung sementara dan juga bisa bertahan lama sehingga pada kulit akan membentuk bekas yang terlihat ruam.
  2. Penyakit lupus yang bisa menyerang pada semua bagian tubuh yang disebut sebagai Systemic lupus erythematosus, jenis penyakit ini juga bisa menyerang organ tubuh dan jaringan seperti pada sendi, kulit, paru-paru, ginjal dan sel darah. Jenis penyakit ini bisa muncul secara tiba-tiba pada semua bagian tubuh dibagian apapun.
  3. Penyakit lupus yang menyerang pada wanita yang sedang mengandung atau disebut sebagai Neonatal lupus. Selain menyerang ibu, penyakit ini juga bisa berdampak pada bayi sehingga bayi tersebut mendapatkan antibody lupus dengan gejala seperti; anemia dan ruam pada kulit yang bisa sembuh dengan sendirinya.
  4. Penyakit lupus yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi obat-obatan yang disebut dengan penyakit Drug-induced lupus. Penyakit ini disebabkan karena penggunaan obat yang berkepanjangan yang menyebabkan sistim dalam tubuh mengalami lupus namun penyakit ini bisa sembuh jika penggunaan obat telah dihentikan.

Lupus akibat penggunaan obat

Efek samping obat pasti berbeda-beda pada tiap orang. Terdapat lebih dari 100 jenis obat yang dapat menyebabkan efek samping yang mirip dengan gejala lupus pada orang-orang tertentu.

Gejala lupus akibat obat umumnya akan hilang jika Anda berhenti mengonsumsi obat tersebut sehingga Anda tidak perlu menjalani pengobatan khusus. Tetapi jangan lupa untuk selalu berkonsultasi kepada dokter sebelum Anda memutuskan untuk berhenti mengonsumsi obat dengan resep dokter.

Cara Mengobati Lupus

SLE tidak bisa disembuhkan. Tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi tingkat gejala serta mencegah kerusakan organ pada penderita SLE.

Beberapa puluh tahun yang lalu, SLE dipandang sebagai penyakit terminal yang berujung kepada kematian. Ketakutan ini disebabkan oleh banyaknya penderita pada saat itu yang meninggal dunia akibat komplikasi dalam kurun waktu 10 tahun setelah didiagnosis mengidap SLE.

Tetapi kondisi pada zaman sekarang sudah jauh lebih baik. Berkat pengobatan SLE yang terus berkembang, hampir semua penderita SLE saat ini dapat hidup normal atau setidaknya mendekati tahap normal. Bantuan dan dukungan dari keluarga, teman, serta staf medis juga berperan penting dalam membantu para penderita SLE dalam menghadapi penyakit mereka.

Komplikasi Serius pada Penderita Penyakit Lupus

Lupus kerap dijuluki sebagai penyakit seribu wajah karena kelihaiannya dalam meniru gejala penyakit lain. Kesulitan diagnosis biasanya dapat menyebabkan langkah penanganan yang kurang tepat.

Sekitar sepertiga penderita SLE memiliki kondisi autoimun lain, misalnya penyakit tiroid dan sindrom Sjogren. Kondisi ini dapat berujung pada munculnya komplikasi, termasuk gangguan pada masa kehamilan.  Jika tidak segera ditangani, SLE juga dapat mengakibatkan berbagai komplikasi serius termasuk pada penderitanya yang sedang hamil. Selain itu proses pengobatan yang dijalani juga dapat menyebabkan penderita rentan terhadap infeksi serius.

Efek Obat Lupus

Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE) tidak bisa disembuhkan. Tujuan obat lupus yang tersedia adalah untuk mengurangi tingkat gejala, mencegah kerusakan organ dalam, serta meminimalkan dampaknya pada kehidupan penderita SLE.

Pengobatan Penyakit Lupus

  1. Menghindari Paparan Sinar Matahari

Melindungi kulit dari sinar matahari sangatlah penting bagi penderita SLE. Ruam pada kulit yang dialami penderita SLE dapat bertambah parah jika terpapar sinar matahari. Langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Mengenakan pakaian yang menutupi seluruh bagian kulit.
  • Memakai topi dan kacamata hitam.
  • Mengoleskan tabir surya berdosis tinggi agar kulit tidak terbakar matahari.

Meski demikian, tidak semua penderita lupus sensitif terhadap sinar matahari. Ada juga yang tidak perlu menerapkan langkah-langkah di atas.

Pengobatan khusus mungkin tidak dibutuhkan oleh penderita SLE dengan gejala ringan, tetapi mereka umumnya tetap memerlukan obat-obatan untuk menangani gejalanya. Berikut adalah obat-obatan yang mungkin dibutuhkan oleh penderita SLE.

  1. Obat anti inflamasi nonsteroid

Nyeri sendi atau otot merupakan salah satu gejala utama SLE. Dokter mungkin akan memberi obat anti inflamasi nonsteroid untuk mengurangi gejala ini.

Obat anti inflamasi nonsteroid adalah pereda sakit yang dapat mengurangi inflamasi yang terjadi pada tubuh. Jenis obat yang umumnya diberikan dokter pada penderita SLE meliputi ibuprofen, naproxen, diclofenac, dan piroxicam.

Jenis obat ini (terutama, ibuprofen) sudah dijual bebas dan dapat mengobati nyeri sendi atau otot yang ringan. Tetapi Anda membutuhkan obat dengan resep dokter jika mengalami nyeri sendi atau otot yang lebih parah.

Penderita SLE juga sebaiknya waspada karena obat ini tidak cocok jika mereka sedang atau pernah mengalami gangguan lambung, ginjal, atau hati. Obat ini juga mungkin tidak cocok untuk penderita asma.

Selain itu, anak-anak di bawah 16 tahun sebaiknya tidak meminum aspirin. Konsultasikanlah kepada dokter untuk menemukan obat anti inflamasi nonsteroid yang cocok untuk Anda.

Konsumsi obat anti inflamasi nonsteroid dosis tinggi atau jangka panjang dapat mengakibatkan pendarahan dalam karena rusaknya dinding lambung. Karena itu, dokter akan memantau kondisi penderita SLE yang harus mengkonsumsinya untuk jangka panjang dengan cermat. Jika komplikasi ini memang terjadi, dokter akan menganjurkan pilihan lain.