Obat Lupus Dari Dokter

Penyakit lupus merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya serangan dari imunitas atau kekebalan tubuh pada dirinya sendiri. Penyakit ini dapat menyerang kulit, sendi, ginjal, paru-paru, dan serta susunan saraf. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas penyakit obat lupus yang menyerang organ paru-paru. Penyakit lupus yang menyerang paru-paru biasanya akan menimbulkan komplikasi yang serius. Karena penyakit ini menyerang organ yang sangat berperan penting dalam kelangsungan hidup seseorang.

Pada umumnya penyakit lupus akan menimbulkan gejala awal berupa ruam merah pada kulit terkadang ruam itu terlihat seperti sisik. Namun, kebanyakan orang salah pengertian dan hanya mengira ruam merah itu sebagai alergi biasa. Sebagai antisipasi, jika anda atau keluarga anda ada yang mengalami kondisi tesebut sebaiknya segera perikasakan ke dokter. Karena penyakit lupus dapat menyerang organ tubuh dalam. Jika penyakit lupus menyerang bagain tubuh dalam seperti paru-paru, ginjal, bahkan usus. Untuk menghindari hal itu sebaiknya ketahui lebih jelas tentang gejala atau tanda-tanda seseoang yang terkena serangan penyakit lupus :

  • Demam, dan mudah lelah.
  • Ruam merah pada wajah berbentuk kupu-kupu
  • Timbul luka pada kulit ketika terkena sinar matahari langsung.
  • Peradangan pada mulut.
  • Rambut rontok.
  • Kesulitan bernafas.
  • Gelisah atau depresi

Inilah beberapa obat dari dokter yang harus kamu ketahui:

  1. Asam lemak Omega-3

Obat lupus ini tampil untuk mengekang peradangan, asam lemak omega-3 telah ditemukan untuk memperbaiki gejala pada pasien lupus dalam beberapa penelitian. Anda dapat meningkatkan asupan omega-3 dengan makan ikan berminyak (seperti salmon dan sarden) atau biji rami, atau dengan mengambil omega-3 setiap hari suplemen.

  1. Vitamin dan Suplemen Mineral

Kortikosteroid (obat peradangan yang sering digunakan dalam obat lupus) yang sedikit memungkinkan tulang keropos dan meningkatkan risiko osteoporosis. Untuk menjaga tulang kuat saat kortikosteroid sedang turun, tanyakan dokter Anda mengenai harian vitamin D dan suplemen kalsium yang cocok.

  1. Meminum Obat Pereda Rasa Sakit

Cara pengobatan penyakit lupus adalah dengan meminum obat pereda rasa sakit. Anda bisa meminum obat paracetamol untuk mengurangi rasa sakitnya. Selain itu, obat-obat pereda rasa sakit tersebut juga bisa mencegah gejala lain dari lupus yaitu demam. Reaksi masing-masing jenis obat ini berbeda-beda pada masing-masing orang yang mengonsumsinya.

Obat Lupus Sistemik

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan salah satu jenis dari Lupus Erythematosus (LE) yang merupakan penyakit yang menyerang jaringan. Umumnya orang yang menderita penyakit lupus ini berusia antara 20 hingga 40 tahun. Adapun jenis lupus tipe LE memiliki kesamaan dan gejala yang mirip dengan jenis penyakit kulit pada umumnya. Selain Systemic Lupus Erythematosus, jenis lupus lainnya yang ada adalah Discoid Lupus Erythematosus (DLE).

Systemic Lupus Erythematosus yang juga seringkali disingkat menjadi Obat Lupus eritematosus sistemik (LES) merupakan gejala keabnormalan pada fungsi kekebalan tubuh (imun) dengan sifat yang berubah – ubah dengan target persendian, otot, kulit, pembuluh vena, serta organ dalam lainnya. Lupus menimbulkan masalah ketidaknormalan sistem imun yang menyerang balik sel – sel pada tubuh manusia secara acak, termasuk sel – sel sehat.

Adapun gejala utama lupus jenis SLE adalah munculnya bercak ruam berbentuk kupu – kupu pada wajah. Sedangkan pada penyakit lupus jenis DLE, lupus hanya menyerang bagian luar kulit dengan pola yang hampir serupa, terkadang berbentuk bulatan / bundaran pada wajah, kulit kepala, tangan, lutut, betis.

Hal yang cukup menjengkelkan dari bercak ruam yang ditimbulkan oleh DLE ini kerap kali menimbulkan bekas ketika bercak mereda. Warna kulit akan nampak lebih putih / pucat pada bekas yang ditinggalkan oleh ruam.

Tanda yang ditinggalkan tersebut tidak mudah untuk dihilangkan kecuali menggunakan teknologi lasering pada kulit wajah. Sebagian besar orang mengakalinya dengan penggunaan facial wajah seperti krim.

Penyebab Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

Pemicu munculnya penyakit lupus (SLE) hampir sama seperti yang ditulis pada artikel sebelumnya, yaitu:

  • Sengatan sinar ultraviolet secara langsung
  • Faktor psikologis si pendertia (stress)
  • Autoimun yan bekerja diluar fungsi dengan penyebab yang belum diketahui secara pasti
  • Akibat virus yang menyebarkan infeksi seperti bakteri epstein barr, streptokokus, klebsiella, dsj.
  • Ditimbulkan oleh zat obat – obatan tertentu yang dikonsumsi, seperti: isoniazid, hidralazin, chlorpromazine, procainamid, anti-psikotik
  • Adanya reaksi dan respon zat kimia seperti merkuri atau silikon yang terkandung dalam produk kosmetik
  • Perubahan faktor hormonal

Inilah Obat Systemic Lupus Erythematosus (SLE) Tradisional:

  1. Sayuran mentah

Akan mempromosikan sebuah badan alkali, mengurangi peradangan, dan meningkatkan pencernaan. Kemudian bahan-bahan dapur seperti Bawang putih, bawang, asparagus – Sertakan makanan ini sulfur tinggi untuk membantu memperbaiki kerusakan pada sendi.

Obat Lupus SLE

Penyakit lupus adalah penyakit autoimun kronis. Penyakit ini terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang salah menyerang jaringan dan organ dalam tubuh yang sehat. Sistemic lupus erythematosus (SLE) adalah bentuk paling umum dari penyakit ini, karenanya SLE sering disebut dengan ” obat lupus ” saja.

Lupus menyebabkan inflamasi kronis yang dapat berdampak pada kulit, persendian, dan organ-organ vital, termasuk paru-paru, otak, dan ginjal. Kondisi ini mungkin hadir dengan berbagai bentuk gejala, karena gejalanya yang sangat beragam, diagnosis bisa menjadi sulit.

Penyakit Lupus ini setidaknya terdiri dari 3 jenis yaitu:

  1. Cutaneus lupus atau seringkali disebut discoid . Penyakit ini hanya menyerang bagian kulit saja. Ditandai dengan gejala-gejala: adanya ruam yang muncul didaerah leher, kulit kepala atau bahkan ruam pada seluruh tubuh, salah satu bagian tubuh dan atau seluruh tubuh berwarna merah sampai bersisik, kadang-kadang sampai gatal dan hampir semua golongan ini akan berubah menjadi sistemik.
  2. Sistemik lupus yaitu penyakit lupus yang menyerang organ tubuh seperti: persendian, otak/saraf, darah, pembuluh darah, paru-paru, ginjal, jantung, hati dan mata. Penyakit ini adalah tahap penyakit lupus yang sangat berat karena jenis ini menyerang organ-organ vital baik satu dan atau beberapa organ vital lainnya.
  3. Drug Induced Lupus (DIL) yang timbul setelah sering menggunakan obat-obat tertentu. Obat-obat antibiotik seperti golongan sulfa, obat-obat antituberkulosa seperti INH, golongan obat hydralazin untuk hipertensi dan golongan obat prokainamid untuk jantung, namun untuk beberapa tahun terakhir ini obat hydrlazin dan prokainamid sudah jarang sekali dipakai.

Umumnya prevalensi penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Hal ini dapat terjadi pada usia berapapun, tetapi paling sering muncul pada orang  antara usia 10 dan 50, dengan mayoritas penderita berasal dari ras Afrika, Amerika dan Asia daripada ras lain.

Gejala-Gejala Penyakit Lupus (SLE)

Gejala penyakit SLE bervariasi dari orang ke orang. Kebanyakan mengalami nyeri sendi dan bengkak, dan bisa berkembang ke arah arthritis. Sendi yang sering terkena adalah jari, tangan, pergelangan tangan, dan lutut.Selain itu penderita juga mengalami:

  • Ruam kulit – sebuah “kupu-kupu” ruam di pipi dan jembatan hidung mempengaruhi sekitar setengah dari orang dengan SLE. Ruam semakin parah di bawah sinar matahari. Ruam juga dapat meluas.
  • Nyeri dada saat mengambil napas dalam
  • Kelelahan
  • Demam
  • Mengalami ketidaknyamanan, kegelisahan, atau perasaan sakit (malaise)
  • Rambut rontok
  • Luka pada mulut
  • Sensitif terhadap sinar matahari
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Gejala lain tergantung pada apa bagian tubuh yang terkena:
  • Otak dan sistem saraf: sakit kepala, mati rasa, kesemutan, kejang, masalah penglihatan, perubahan kepribadian
  • Saluran pencernaan: nyeri perut, mual, dan muntah
  • Jantung: ritme jantung abnormal (aritmia)
  • Paru-paru: batuk darah dan kesulitan bernapas
  • Kulit: warna kulit tidak merata, jari-jari yang berubah warna saat dingin (fenomena Raynaud). Sebagian penderita hanya memiliki gejala-gejala kulit. Hal ini disebut lupus discoid.

Pengobatan Penyakit Lupus

Tujuan pengobatan penyakit lupus yang tersedia adalah untuk mengurangi tingkat gejala, mencegah kerusakan organ dalam, serta meminimalkan dampaknya pada kehidupan penderita SLE. Berikut beberapa pengobatan penyakit lupus, antara lain :

1) Asam lemak Omega-3

Obat lupus ini tampil untuk mengekang peradangan, asam lemak omega-3 telah ditemukan untuk memperbaiki gejala pada pasien lupus dalam beberapa penelitian. Anda dapat meningkatkan asupan omega-3 dengan makan ikan berminyak (seperti salmon dan sarden) atau biji rami, atau dengan mengambil omega-3 setiap hari suplemen.

2) Jahe dan kunyit

Meskipun tidak secara khusus dipelajari pada pasien lupus, herbal anti-inflamasi seperti jahe dan kunyit mungkin sangat membantu bagi pasien lupus yang juga menderita gejala rematik.

3) Vitamin dan Suplemen Mineral

Obat Penyakit Lupus Terbaru

Lupus adalah salah satu penyakit autoimun kronis yang di mana sistem kekebalan tubuh menjadi hiperaktif dan menyerang jaringan yang normal atau sehat. Penyakit lupus ini dapat merusak bagian tubuh seperti kulit, sendi, dan / atau organ lain yang ada di dalam tubuh. Lupus dinyatakan sebagai penyakit kronis yang berarti bahwa tanda-tanda dan gejala lupus cenderung bertahan lebih lama, mulai dari yang berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Dalam keadaan yang normal, sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk melindungi dan melawan antigen seperti kuman dan bakteri yang berasal dari luar tubuh. Namun pada penderita obat lupus, sistem kekebalan tubuh menjadi tidak dapat membedakan antara antigen (zat yang dapat membantu merangsang imun spesifik) dan jaringan yang sehat. Hal tersebut dapat menyebabkan sisitem kekebalan tubuh menciptakan antibodi menjadi menyerang dan menghancurkan jaringan yang sehat, akibatnya akan terjadi peradangan, nyeri, dan kerusakan pada bagian tubuh yang lainnya.

Gejala Lupus

Setiap orang yang terkena penyakit lupus gejalanya berbeda-beda. Ada yang mengalami gejala yang ringan dan ada juga gejala berat. Dan berikut ini merupakan gejala-gejala yang mungkin saja akan dialami oleh penderita lupus, diantaranya:

  • Lelah
  • Muncul ruam pada kulit
  • Nyeri persendian
  • Rambut rontok
  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Sakit dada
  • Sariawan yang tak kunjung sembuh
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Tekanan darah tinggi
  • Mata kering
  • Hilang ingatan
  • Jaringan tangan dan kaki menjadi memutih atau membiru apabila terpapar hawa yang dingin atau akibat stress.
  • Nafas pendek akibat dari inflamasi pada paru-paru, yang dampaknya ke jantung, atau anemia.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki

Dibawah ini merupakan beberapa pilihan tanaman herbal yang dapat dijadikan sebagai salah satu solusi mengatasi lupus SLE :

  1. Teh Hijau

Mengkonsumsi teh hijau dapat membantu dapat mencegah dari penyakit lupus. Hal ini karena teh hijau mengandung polyfenol yang merpakan senyawa antioksidan yang hebat. Senyawa antioksidan ini bertindak sebagai penjaga untuk sel – sel dan mencegah kematian sel yang sehat, yang diakibatkan oleh penyakit lupus SLE.

  1. Kunyit

Kunyit mengandung kurkumin yang mnerupakan antioksidan yang baik untuk tubuh. Tidak hanya itu, kunyit juga mengandung senyawa anti inflamasi. Kedua senyawa kunyit ini dapat membantu untuk menurunkan gejala yang ditimbulkan dari penyakit lupus seperti rasa nyeri dan kelelahan.

  1. Benih Lenan

Ramuan herbal dari benih lenan ini menunjukan efek yang sangat luar biasa pada penyakit lupus. Asam linolenat yang terkandung dalam biji rami dapat menurunkan peradangan kronis serta mengurangi gejala penyakit lupus SLE. Bukan hanya itu, Asam lemak omega 3 dalam minyak biji rami tampaknya mengurangi respon inflamasi tubuh terutama untuk penyakit lupus.

Obat Medis Lupus

Lupus merupakan salah satu jenis penyakit inflamasi kronis yang muncul karena sistem kekebalan tubuh keliru dan justru melakukan penyerangan terhadap tubuh serta organ tubuh penderitanya. Inflamasi yang ditimbulkan oleh penyakit lupus dapat menyerang beberapa bagian tubuh, seperti kulit, sendi, darah, paru-paru, dan juga jantung. Penyakit lupus juga sering disebut dengan lupus eritematosus sistemik.

Penyakit autoimun adalah kondisi yang sering digunakan untuk menggambarkan penderita penyakit lupus. Sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari berbagai penyakit justru melakukan penyerangan terhadap tubuh penderita lupus. Pada umunya, penyakit lupus disebabkan oleh faktor lingkungan dan juga genetik. Gejala-gejala penyakit lupus hampir menyerupai gejala penyakit lain sehingga penyakit lupus seringkali sulit untuk dideteksi. Berdasarkan penelitian, penyakit lupus tidak bisa benar-benar disembuhkan, namun beberapa jenis obat lupus bisa diberikan kepada penderita penyakit ini dengan tujuan untuk mengendalikan laju penyakit tersebut.

Tujuan pengobatan penyakit lupus yang tersedia adalah untuk mengurangi tingkat gejala, mencegah kerusakan organ dalam, serta meminimalkan dampaknya pada kehidupan penderita SLE.

Berikut beberapa pengobatan penyakit lupus, antara lain:

  1. Meminum Obat Pereda Rasa Sakit

Cara pengobatan penyakit lupus adalah dengan meminum obat pereda rasa sakit. Anda bisa meminum obat paracetamol untuk mengurangi rasa sakitnya. Selain itu, obat-obat pereda rasa sakit tersebut juga bisa mencegah gejala lain dari lupus yaitu demam. Reaksi masing-masing jenis obat ini berbeda-beda pada masing-masing orang yang mengonsumsinya.

  1. Minum Obat Corticosteroids

Cara pengobatan penyakit lupus adalah dengan meminum obat corticosteroids. Obat tersebut berguna untuk mengurangi pembengkakan yang terjadi pada organ-organ yang terserang. Namun obat ini dapat menimbulkan efek samping jangka panjang, sehingga harus didampingi dengan meminum obat tertentu yang lain. Ada baiknya untuk mengonsultasikan lebih lanjut ke dokter.

  1. Minum Obat Anti-Malaria

Cara pengobatan penyakit lupus adalah dengan meminum obat anti-malaria. Obat ini dapat mencegah salah satu gejala lupus, yaitu gatal-gatal dan sariawan. Obat ini akan melindungi Anda dari cahaya matahari. Seperti yang diketahui, cahaya matahari bisa membuat kulit gatal.

Obat Khusus Lupus

Dalam keadaan normal, sistem imunitas yang ada di dalam tubuh berfungsi untuk mempertahankan diri dan menghalau berbagai ancaman infeksi dan virus agar tidak masuk dengan mudah ke dalam tubuh. Namun pada penyakit lupus sistem imunitas justru berjumlah lebih banyak dan malah berbalik menyerang organ-organ yang ada di dalam tubuh sehingga terjadi penyakit menahun.

Sampai saat ini obat lupus masih berfokus untuk mengurangi dampak dari gejala-gejala yang terjadi karena penyakit ini, karena belum adanya obat khusus yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Obat-obatan yang diberikanpun hanya berfungsi untuk mengurangi peradangan yang terjadi, bukan untuk menyembuhkan penyakit lupus secara total.

Selain obat-obat yang umum dikenal seperti obat anti inflamasi semacam ibuprofen, diclofenac, priroxicam, steroid dan Hydroxychloroquine, ada juga beberapa obat lain yang biasanya diberikan pada para penderita penyakit lupus. Diantaranya adalah :

1.Obat imunosupresan

Obat ini berfungsi untuk menekan kinerja sistem kekebalan tubuh. Ada beberapa jenis imunosupresan yang biasanya diberikan dengan resep dokter, yaitu azathioprine, mycophenolate mofetil dan cyclophosphamide. Obat imunosupresan ini merupakan obat yang sangat keras sehingga hanya diberikan kepada penderita lupus dengan gejala yang sudah parah saja. Diketahui obat imunosupresan secara umum dapat menyebabkan beberapa efek samping sebagai berikut :

  • Kehilangan nafsu makan
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Berjerawat
  • Sakit kepala
  • Pembengkakan gusi
  • Kulit menjadi berwarna kemerahan
  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan

Pada dasarnya, setiap jenis obat imunosupresan memiliki efek samping yang berbeda-beda. Mycophenolate dan cyclophosphamide memiliki efek samping yang sangat berbahaya bagi bayi karena akan menyebabkan bayi terlahir dengan cacat tubuh. Maka dari itu bagi wanita yang mengkonsumsi obat ini jika dia aktif secara seksual, disarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi yang sudah terjamin keampuhannya untuk menghindari kehamilan dengan resiko bayi terlahir cacat.

2.Rituximab

Dokter akan menganjurkan obat ini jika obat lain dinilai sudah tidak mempan lagi untuk para penderita lupus. Obat rituximab ini adalah obat jenis baru yang dikembangkan untuk menangani kanker darah tertentu atau limforma. Tetapi obat ini juga terbukti efektif untuk menangani penyakit autoimun, seperti lupus dan artritis reumatoid. Penggunaan obat ini adalah dengan memasukannya ke dalam cairan infus yang akan berlangsung selama beberapa jam. Selama proses ini berlangsung, dokter akan mengawasi secara ketat. Efek samping yang umum dirasakan pasien adalah pusing, mual, muntah dan gejala yang hampir mirip dengan gejala flu, seperti badang menggigil dan demam selama pengobatan berlangsung.